Strategic Vision: Mentransformasi 74.000 desa terisolasi menjadi jaringan ekonomi terhubung. Bukan sekadar aplikasi ojek, tapi OS Mobilitas & Logistik berbasis WhatsApp.
Why Not Build Our Own App?
112M users sudah punya WhatsApp. Tidak perlu install, tidak butuh training, langsung bisa pakai.
90% Active Monthly
WhatsApp adalah OS komunikasi & bisnis di desa. Warga sudah familiar hingga desa terpencil.
98% Internet Penetration
Setiap transaksi memperkuat ekosistem. Viral growth organik via chat group desa.
Organic Sharing Growth
Tidak perlu spending besar untuk akuisisi user. Retention tinggi karena tidak ada friction uninstall.
CAC < Rp 10.000
6–12 Months Dev • High Cost • High Churn
Launch in 1 Month • Minimal CAC • Instant Adoption
Kota & Desa tidak punya transportasi umum memadai
Penduduk belum terkoneksi mayoritas di pedesaan
No On-Demand Transport
Warga harus berjalan jauh atau menunggu ojek pangkalan yang tidak pasti jadwalnya.
Existing Apps Fail
Gojek & Grab tidak menjangkau pelosok karena masalah supply driver dan maps.
Zero Village Revenue
Potensi ekonomi transportasi menguap begitu saja, tidak menjadi PAD desa.
Rural Population in Indonesia (60% of Total). Largest unserved market in SE Asia.
Villages across the archipelago. Target for digitalization.
Ride-hailing apps only operate in 50 cities out of 514 districts. Millions still lack formal digital transport access.
Total Addressable Market (TAM)
PER YEAR
Target Population: 150,000,000 people
Conservative Trip Frequency: 3 trips / person / month
Average Fare: Rp 20,000
Annual Market Value: Rp 108,000,000,000,000
Aplikasi Ojek Online didesain untuk kota besar. Model mereka gagal beradaptasi di “First Mile” pedesaan.
Model Kota: wajib install aplikasi berat.
Realita Desa: HP “kentang”, memori penuh.
Model Kota: butuh ribuan driver.
Realita Desa: driver sedikit & tersebar.
Model Kota: GPS akurat & 4G stabil.
Realita Desa: peta belum lengkap, sinyal putus.
Model Kota: profit terpusat.
Realita Desa: butuh perputaran uang lokal.
Membandingkan solusi kami dengan pemain yang ada di pasar.
Traditional / Offline
WhatsApp AI + BUMDes
App-Based Model
Bukan sekadar aplikasi ojek, tapi sistem operasi ekonomi desa yang berjalan di atas WhatsApp.
Transportasi adalah “Trojan Horse” untuk membangun jaringan logistik dan data pergerakan ekonomi desa.
Menghubungkan UMKM desa dengan pasar melalui sistem delivery tanpa perlu marketplace terpisah.
Data transaksi transportasi menjadi basis credit scoring untuk pinjaman modal usaha mikro desa.
From Friction to Delight: Mengubah pengalaman transportasi desa.
Traditional Ojek Pangkalan • 0–30 Mins
Jalan Kaki ke Pangkalan
Harus keluar rumah menuju pangkalan.
Menunggu (Ngetem)
Menunggu driver kumpul atau antri giliran.
Tawar-Menawar
Harga tidak pasti dan sering berubah.
WhatsApp AI Transport • ~2 Mins
Chat dari Rumah
Cukup kirim pesan WhatsApp: “Ojek ke Pasar”.
AI Instant Matching
Bot mencarikan driver terdekat.
Bayar QRIS / Cash
Pembayaran fleksibel, aman, dan tercatat.
Sangat sederhana. Tanpa aplikasi. Cukup chatting.
Warga chat: “Ojek ke Pasar”
AI mengenali lokasi & tujuan
Sistem cari driver desa terdekat
Driver accept order di WhatsApp
Info driver & estimasi waktu
Perjalanan aman & beri rating
Kecerdasan buatan canggih dibungkus dalam chat sederhana. Dispatch lengkap tanpa install aplikasi.
WhatsApp Business API • Twilio / Meta API
Pemahaman Bahasa AI & Proses • LLM / Speech AI
Pencocokan Lokasi & Dispatch • Google Maps / MyMaps
Mengerti bahasa sehari-hari, singkatan chat, dan titik jemput dari teks bebas.
Mencari driver terdekat dan memprioritaskan reputasi baik.
Tarif wajar sesuai daya beli, kondisi jalan, dan jarak tempuh.
Dioptimalkan untuk jalan desa yang sering tidak ada di peta besar.
85% Driver: Rp 17.000
13% Platform: Rp 2.600
2% PAD Desa: Rp 400
Mengubah transportasi dari sekadar layanan menjadi mesin pendapatan asli desa yang berkelanjutan.
Pendapatan untuk perbaikan jalan desa, lampu jalan, dan fasilitas umum.
Dana disalurkan melalui BUMDes atau Koperasi untuk modal mikro.
Pembiayaan promosi dan fasilitas Desa Wisata.
Distribusi ekonomi yang adil dan transparan dari setiap transaksi, dari level individu hingga nasional.
Rp 17.000 Driver
Rp 2.600 Platform
Rp 400 PAD Desa
Pendapatan bersih stabil tanpa potongan liar.
Pendapatan Asli Desa baru dari sektor transportasi.
Rp 480 Miliar Total PAD/Tahun • 1 Juta Jobs Created
Mengubah tukang ojek desa menjadi Digital Micro-Entrepreneurs.
Terhubung dengan order dari seluruh desa tanpa perlu keliling cari penumpang.
Tarif standard, tidak ada tawar-menawar alot. Income tercatat otomatis di WA.
Cukup HP Android murah dengan WhatsApp.
Transforming ride-hailing into the operating system for village economy.
Bukan sekadar aplikasi ojek, tapi infrastruktur pemerataan ekonomi yang nyata.
DESA TERHUBUNG
DRIVER DESA
PENDAPATAN DRIVER
PAD PER DESA
Membangun lapisan mobilitas untuk 74.000 desa yang tidak terjangkau aplikasi kota.
Cities only. Status: saturated market.
Mobility nodes. 10,000 Villages x 50 Drivers. Status: blue ocean.
Every village becomes an Economic Node
Every driver becomes a Logistics Hub
Network Effect = Defensible Moat
Southeast Asia's Largest Rural Network
Pengguna Aktif di Indonesia
Terinstall di Smartphone
Aplikasi Utama di Desa
Dengan menggunakan WhatsApp, kami menghapus hambatan terbesar adopsi teknologi di desa: belajar menggunakan aplikasi baru.
Cara warga desa bicara dengan keluarga dan Kepala Desa.
Cara UMKM desa berjualan dan mengatur logistik.
Tempat grup arisan, pengajian, dan pengumuman desa.
Margin rendah, volume tinggi. Ekonomi berkelanjutan untuk pasar desa.
Lebih rendah dari aplikator kota untuk memastikan tarif terjangkau dan pendapatan adil bagi driver.
Ongkir pengiriman UMKM & hasil tani.
Listing premium toko & warung desa.
Biaya kecil untuk order mendesak.
Transaksi mikro via agen.
ID Transaksi: 16829-DESA
Tanggal: 04 Mar 2026
Inklusi keuangan digital untuk pedesaan. Satu QR code untuk semua dompet digital.
Mendukung GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, Mobile Banking.
Potongan PAD otomatis terpisah dan masuk ke rekening desa real-time.
Mengurangi risiko uang palsu dan dana driver cair H+1.
Desa bukan hanya pengguna, tapi pengelola & pemilik ekosistem.
Setup akun PAD & admin lokal.
BUMDes mendaftarkan driver via dashboard/WA.
Desa memantau transaksi dan pergerakan ekonomi.
Building the economic operating system for 74,000 villages, one layer at a time.
Super-app menghubungkan pengguna. Infrastructure menghubungkan ekonomi.
Validasi nyata dari lapangan. Transformasi yang dirasakan langsung oleh warga desa.
Kepala Desa • Desa Karangrejo
“Sekarang tertata rapi, warga aman, dan ada pemasukan PAD Desa rutin setiap bulan.”
PAD/Bulan
Mitra Driver • Desa Galang Tinggi
“Orderan lewat WA enak, gak perlu ngetem seharian. Pendapatan saya naik.”
Income
Pengguna • Warga Desa
“Pesan ojek jadi gampang banget tinggal WA. Sekarang dijemput depan rumah.”
Hemat Waktu
Mewujudkan Cashless Village Economy melalui ekosistem QRIS yang terintegrasi dengan 40 Juta+ merchant UMKM.
Potensi dampak ekonomi masif: Rp 480 Miliar PAD Desa/tahun dan 1 Juta lapangan kerja baru.
Membangun 500.000 Mobility Nodes di 74.000 desa. Bukan sekadar aplikasi, tapi OS Ekonomi Desa.
Tervalidasi dengan Pilot Projects, model BUMDes compliant, dan siap integrasi regulasi pemerintah.